LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK KONSERVASI TANAH dan AIR PENGHITUNGAN JARAK DAN BEDA TINGGI DENGAN THEODOLIT
LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNIK KONSERVASI TANAH
dan AIR
PENGHITUNGAN JARAK DAN
BEDA TINGGI DENGAN THEODOLIT

Disusun Oleh
Ali Musobih
C1503003
PROGRAM STUDI DIII
AGROTEKNOLOGI
POLITEKNIK BANJARNEGARA
2016
ACARA II
PENGHITUNGAN JARAK DAN
BEDA TINGGI DENGAN THEODOLIT
A.
TUJUAN
Mahasiswa dapat menentukan jarak dan beda tinggi
dengan menggunakan theodolit
B.
LANDASAN TEORI
Theodolit adalah alat ukur tanah yang berfungsi untuk mengukur tinggi tanah dengan
sudut mendatar dan sudut tegak. Hal ini berbeda dengan waterpass yang hanya
bisa digunakan untuk mengukur sudut mendatar saja. Perlu diketahui, tingkat
akurasi yang dapat diukur oleh theodolit mampu mencapai satuan detik.
Pada penerapannya, pengukuran tanah
menggunakan theodolit biasanya dipakai pada saat penentuan situasi, pengamatan,
matahari, dan pengukuran polygon. Selain itu, theodolit juga bisa dimanfaatkan
sebagaimana pesawat penyipat datar apabila sudut vertikalnya diatur menjadi 90
derajat. Hal ini berkat adanya teropong yang memungkinkan theodolit bisa
diarahkan ke semua sudut. Oleh karena itu, theodolit pun dapat diandalkan untuk
menentukan sudut siku-siku dan ketinggian gedung bertingkat.
Menurut
sistem bacaannya dikenal 5 macam theodolit yakni theodolit indeks garis,
theodolit nonius, theodolit mikrometer, theodolit koinsidensi, dan theodolit
digital. Lain lagi jika ditinjau dari skala ketelitiannya, terdapat 5 macam theodolit
antara lain theodolit presisi, theodolit satu detik, theodolit sepuluh detik,
theodolit satu menit, dan theodolit sepuluh menit.
C.
ALAT DAN BAHAN
|
1.
Alat
|
:
|
Theodolit, rambu
ukur,
|
D.
CARA KERJA
1. Cara
setting optis
a. Alat
di letakan di atas patok, paku payung terlihat pada lensa teropong untuk
centering optis.
b. Pengunci
kki statif di kendurkan, kaki statif ditancapkan ke tanah dan di kunci atau di
kencangkan.
c. Gelembung
nivo di atur berada tepat pada tengah lingkaran.
d. Mengatur
salah satu nivo tabung dengan mengatur skrup pengatur nivo.
e. Mngatur
nivo tabung yang lain.
f. Mengatur
nivo teropong dengan sekrup pengatur nivo teropong.
2. Cara
penggunaan alat
a. Memasukan
baterai ke dlaam tempatnyakemudian melakukan centering optis ke atas.
b. Menghidupkan
display dan atur sesuai keperluan.
c. Untuk
membaca sudut mendatar, arahkan teropong pada titik yang dikehendaki kemudian
membaca pada display.
d. Untuk
membaca sudut vertical, teropong diarahkan secara vertical dan kemudian dibaca
pada display.
3. Memasukan
Data.
a. Catat
Benang Atas (BA), Benang Tengah (BT), dan Benang Bawah (BB) pada pembacaan
rambu ukur.
b. Ukur
tinggi theodolit dengan menggunakan meteran kemudian catat.
c. Catat
sudut vertical dan sudut horizontal yang terbaca pada display.
E. HASIL
DAN PEMBAHASAN
Theodolit ialah suatu alat yang
dapat digunakan untuk mengukur tanah khususnya menentukan ketinggian tanah
dengan sudut mendatar dan sudut tegak. Tingkat ketelitian sudut yang bisa
diketahui menggunakan theodolit mencapai satuan detik.
Adapun fungsi theodolit di antaranya
:
1.
Mengukur
sudut ketinggian tanah.
2.
Menentukan
sudut siku-siku pada pekerjaan pondasi rumah.
3.
Mengukur
ketinggian suatu bangunan gedung bertingkat.
4.
Mengamati
sudut arah lintas matahari.
5.
Mengukur
polygon pada penghitungan rumus bangunan.
6.
Membuat
pemetaan situasi yang mendetail.

Theodolit
berdasarkan konstruksinya, ada 3 macam theodolit yaitu :
1.
Theodolit Reiterasi dilengkapi dengan
lingkaran skala mendatar yang menyatu dengan kiap sehingga bacaan pada skala
tersebut tidak dapat diatur. Contoh-contohnya yaitu theodolit tipe T0 (wild)
dan tipe DKM-2A (kem).
2.
Theodolit Repetisi memiliki skala
mendatar yang bisa diatur dan mengelilingi sumbu tegak sehingga bacaan skalanya
bisa ditentukan ke sudut yang diinginkan. Contoh-contohnya yaitu theodolit tipe
TM 6 dan TL 60-DP (sokkisha ), TL 6-DE (topcon), dan Th-51 (zeiss).
3.
Theodolit Elektro Optis dilengkapi
mikroskop pembaca skala lingkaran yang menggunakan sistem sensor. Adapun
prinsip kerja theodolit ini melalui gelombang elektromagnetis yakni mengubah
sistem analog menjadi sistem digital.
Fungsi
dan bagian-bagian Theodolit yaitu :
1.
Pembantu Visir : Berfungsi untuk
membantu pembidikan yaitu membantu mengarahkan teropong ke target , untuk
membantu pembidikan secara kasar.
2.
Lensa Obyektif : Berfungsi untuk
menangkap bayangan obyek / target .Lensa positif yang memberikan bayangan nyata
terbalik dan diperkecil
3.
Klem Sumbu II : berfungsi untuk pengunci
sumbu II
4.
Sumbu II : Berfungsi sebagai poros
perputaran teropong terhadap sumpu putar horizontal.
5.
Nivo Teropong : Digunakan untuk
membentuk garis bidik mendatar. Pada kebanyakan theodolite yang baru, nivo
teropong sudah tidak ada lagi.
6.
Ronsel Lensa Tengah : berfungsi
menggerakkan limbus dengan perlahan pada saat klem limbus dikunci (membantu
menepatkan bidikan ke target).
7.
Reflektor Sinar : berfungsi untuk
menangkap cahaya dan memantulkannya ke mikroskop pembacaan lingkaran
horisontal, sehinga bisa terbaca
8.
Microskop Bacaan Lingkaran Horisontal A
: berfungsi sebagai tempat pembacaan arah horizontal.
9.
Klem Horisontal : berfungsi sebagai klem
pembuka atau pengunci lingkaran horizontal.
10.
Skrup Penggerak Halus Alhidade
Horisontal : berfungsi menggerakkan teropong arah horisontal dengan perlahan
pada saat klem horisontal dikunci
11.
Penggerak Halus Limbus : berfungsi
menggerakkan limbus dengan perlahan pada saat klem limbus dikunci (membantu
menepatkan bidikan ke target).
12.
Skrup Penyetel ABC : berfungsi untuk
menyeimbangkan nivo kota guna pembuatan sumbu I vertikal.
13.
Plat Dasaran / Tatakan : sebagai plat
penyangga seluruh bagian alat
14.
Kepala Statif : merupakan bagian dari
statif. Tempat dudukan pesawat Theodolite.
15.
Kaki Statif : bagian dari statif. Alat
yang digunakan untuk berdirinya pesawat Theodolite.Bagian bawahnya berbentuk
lancip,berfungsi supaya kaki statif menancap ke tanah dengan kuat agar pesawat
tidak jatuh.
16.
Penggantung Unting – unting : Digunakan
untuk memasang tali unting-unting.
17.
Baut Instrumen : Pengencang antara
pesawat theodolite dan statif
18.
Nivo Alhidade Horisontal : digunakan
untuk membuat sumbu I vertical secara halus, setelah dilakukan pendekatan
dengan nivo kotak.
19.
Skrup Koreksi Nivo Alhidade Horisontal :
berfungsi menyeimbangkan nivo Alhidade horizontal.
20.
Mikroskop pemb. Lingkaran Horisontal B :
Mikroskop yang digunakan untuk membaca sudut lingkaran horizontal.
21.
Skrup Penggerak Halus Vertikal berfungsi
menggerakkan teropong arah vertikal secara perlahan pada saat klem teropong
dikunci.
22.
Lensa Okuler : Lensa negatif sebagai
lensa mata.
23.
Ring Pelindung Diafragma : berfungsi
sebagai pelindung diafragma.
24.
Mikroskop pembacaan Lingkaran Vertikal :
tempat pembacaan Iingkaran vertikal.
25.
Tabung Sinar : membantu menyinari
Iingkaran vertical.
26.
Piringan Lingkaran Vertikal : Adalah
piringan dari metal atau kaca tempat skala lingkaran. Lingkaran ini berputar
bersama teropong dan dilindungi oleh alhidade vertical.
Cara
mengukur batas atas, batas tengah dan batas bawah.
1. Batas
atas : Melihat garis pada bagian paling atas di dalam lensa Theodolit.
2. Batas
tengah : Melihat garis pada bagian tengah di dalam lensa Theodolit.
3. Batas
bawah : Melihat garis pada bagian paling bawah di dalam lensa Theodolit.
F. KESIMPULAN
Theodolit
ialah suatu alat yang dapat digunakan untuk mengukur tanah khususnya menentukan
ketinggian tanah dengan sudut mendatar dan sudut tegak. Tingkat ketelitian
sudut yang bisa diketahui menggunakan theodolit mencapai satuan detik.
G. DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar