Kesengsaraan berbuah Kebaikan Ali Musobih
KESENGSARAAN
BERBUAH KEBAIKAN
Ali
Musobih
Permasalahan
dalam cerita :
Drama ini menceritakan tentang
kehidupan seorang pembantu dengan seorang majikan yang sadis dan sangat
kikir.Setiap hari si pembantu di siksa sampai luka ,selain itu si pembantu terkadang
hanya di jatah makan satu kali dalam sehari.Pada suatu hari si majikan akan
berbelanja dan mengajak 2 0rang pembantunya.Ketika di tengah perjalanan ada
seorang pengemis yang meminta uang,namun si majikan tidak memberi uang kepada
pengemis tetapi si anak pembantu
memberinya uang hasil dia menabung ketika berangkat sekolah.Pada saat anak
pembantu memberi uang si majikan melihatnya dan memarahinya.
Nyonya
Gautama : Situm,Situm,Situuuuuum.
(Sambil teriak)
Situm : Iya nya,nyonya
memanggil saya?
(menundukan kepala dan membawa serbet dengan terburu-buru)
Nyonya
Gautama : Bukan saya manggil orang
gila di depan,ya manggil kamulah!Besok
bawa anak kamu untuk ikut belanja ngerti!
(Agak marah)
Situm : Baik nya.Boleh
nggak nya,kalo saya minta kas bon dulu buat bayar
anak saya sekolah?
(Sedikit takut)
Nyonya
Gautama : Nggak.
(Tanpa melihat Situm )
Hari
mulai siang,Situm segera menyiapkan makan siang untuk Nyonya Gautama dan
anaknya Friska Anggraina.Saat Situm menyiapkan makan siang di dapur Friska
pulang dari sekolah.
Friska : Mamiiii aku pulang.
(Sambil mencium nyonya Gautama)
Nyonya
Gautama : O.k babyyyy.Makan dulu
sana.
(Membalas senyuman Friska)
Friska : O.k.
(Langsung pergi)
Sampailah
Friska di ruang makan dan langsung duduk di samping Situm saat Situm menata
makanan.Dan saat itu juga Dewi (anak Situm) pulang dari sekolah memakai seragam
sekolah yang amat kotor.Karena terkena air kecomberan di pinggir jalan.
Friska : Kok cuman kaya gini
doang mbok! Mamiiiiiiiiiiii masakanya cuman sayur kangkung dan tempeeeeee.
(Sambil duduk dan muram)
Situm : Iya non karena
semua bahan masakan sudah habis,dan Nyonya Gautama belum memberi uang belanja.
(Menunduk dan membawa serbed)
Nyonya
Gautama : Ada apa sayang?
(Memanjakan Friska sambil mengelus rambut
Friska)
Friska : Ni masakanya cuman
kaya ginii,lebih baik aku nggak makan.
(Ngambek)
Nyonya
Gautama : Ya udah kita makan di
restoran aja yah?
(Dengan nada lembut)
Dewi : Asalamualaikum?
(Memakai baju kotor dengan mencium tangan
Situm dan takut pada Nyonya Gautama dan Friska)
Situm : Eeeeh baru pulang
Wi?
(Bersalaman dengan Dewi)
Friska : Dewi kamu itu nggak
pantes di ruangan ini!Sekarang kamu pergi dari sini bau tau!
(Marah)
Nyonya
Gautama : Hey kamu nggak denger
anak saya ngomong apa hah!
(menjambak Dewi sambil melotot)
Dewi : Iya maaf nya,tadi
saya kecipratan air ketika pulang dari
sekolah.
(Bicara
sambil merasa kesakitan)
Situm :
Iya nya,maafkan anak saya,anak saya nggak salah.
(Mata berkaca-kaca)
Nyonya
Gautama : Sekarang kamu pergi dari
sini gembel!
(Mendorong sampai Dewi jatuh)
Situm : Yang sabar ya nak?
(Menolong Dewi sambil menangis)
Nyonya
Gautama : Sekarang kalian pergi
dari sini!
(Mata melotot)
Setelah
kejadian itu Dewi hanya bisa menangis dan meratapi nasibnya sampai malam
hari.Tepat pukul 19.00 Dewi mulai mengerjakan PR.Dan pada saat itu Irfan datang
lewat jendela dan membawakan 2 bungkus roti untuk Dewi karena Irfan tahu kalau
Dewi pasti belum makan dari siang.
Irfan : Wi,Wi,Wi sini.....
(Di jendela dengan suara kecil)
Dewi : Ngapain kamu
kesini,kalau kamu ketahuan sama Nyonya dan Friska mereka pasti akan marah padaku sampai-sampai
mereka bakal menghukumku lagi.
(Suara pelan)
Irfan : Udah tenang
saja.Nih aku bawain roti buat kamu,kamu pasti belum makan dari siangkan?
(Suara pelan dengan memberikan dua bungkus
roti)
Dewi :
Kamu tahu dari mana?
(suara pelan dan menengok ke pintu)
Irfan : Dari hatimuuuuu.
(Sedikit tersenyum dan menghibur Dewi)
Dewi : Aku nggak bakal
tersenyum.
(Sedikit
tersenyum)
Irfan : Laaaa itu
tersenyum.
(Sedikit tersenym)
Dewi : Eh trimakasih yah
rotinya,sekarang kamu pergi sana.
(Menengok pintu kamar)
Irfan : O.k tapi aku masih
kangeeeen.
(Sedikit manja)
Dewi : Udah cepet sana
pergi.
(Sambil mendorong Irfan)
Irfan : O.k da
sayaaaaang.I LOVE YOU. SO MUCH.
(Melambaikan tangan)
Saat
Dewi memakan roti pemberian dari Irfan,tiba-tiba Irfan telfon ke Dewi dan
Dewipun menerima telfon dari Irfan.Pada saat itu tiba-tiba Friska datang.
Dewi : Halo?
(Mengankat telfon)
Irfan : Halo juga,gimana
rotinya sayang?
(Memegang telfon)
Dewi : Nggak usah
sayang-sayang.
(Sambil menerima telfon dan memakan roti)
Friska : Oooooooo
malem-malem telfonan sama pacarnya,trus makan roti lagi enak tuuh?Siapa suruh kamu pacaran!sekarang
kamu ngepel lantai depan!
(Marah)
Dewi : Tapi non,saya
belum belajar terus saya juga belum makan.
(Menundukan kepala)
Friska : Berani nglawan kamu
yah?
(Menjambak rambut Dewi)
Dewi : Iya non saya akan
ngepel lantai depan.
(Agak takut)
Friska : Ya udah cepet!
(Mendorong Dewi)
Dewi : Iya non
(Berdiri dan keluar)
Kemudian
Dewi mengepel sampai malam hari sekitar pukul 23.00.Setelah itu Dewi tidur dan
bangun pukul 05.30 untuk kepasar bersama ibunya dan Nyonya Gautama.
Nyonya
Gautama : Situuuum,Dewiii,cepat
kemari
(Teriak di depan rumah)
Situm : Iya nya?
(Sambil membawa tas)
Nyonya
Gautama : Lelet banget jadi orang.
(Sambil membawa dompet)
Tak
lama kemudian mereka sampai di pasar.Tiba-tiba ada seorang pencopet yang
ternyata dia Frendi yang menyamar menjadi pengemis,sehingga Nyonya Gautama di
copet.
Frendi : Mas,Mbaaaa
sedekaaaaah.
(Menyodorkan
tangan dan memakai baju compamg-camping)
Dewi : Nih pak sedikit
rezeki buat bapak.
(Memberi
uang RP.20.000,00 hasil dari tabugan selama ia sekolah)
Nyonya
Gautama : Bodoh kamu itu uang buat
belanja tau!Di kira cari uang itu gampang apa!Awas kalau kamu hambur-hamburkan uang
lagi.
(Melotot)
Dewi : Ma'af nya,tapi itu
hasil tabungan saya.
(Menunduk)
Tiba-tiba
pencopet itu mengambil dompet milik Nyonya Gautama,dan kabur,ketika Dewi dan
Situm sedang ke WC.
Nyonya
Gautama : Copeeeeeeeeet.Tolong
dompet saya di copet sama dia tolonggggg?
(Teriak histeris)
Situm : Bodoh kamu dia itu
pencopet bukan pengemis!
(Melotot dan mendorong Dewi sampai jatuh)
Dewi : Maaf nya saya
tidak tahu.
(Muka
berkaca-kaca)
Nyonya
Gautama : Pokoknya saya tidak mau
tahu,kamu harus ganti uang saya.
(Melotot dan pergi)
Tak
lama kemudian Frendi datang ke rumah Friska dan memberikan kado berupa dompet
hasil copetanya.
Frendi : Asalamualaikum?
(Mengetok pintu dan membawakan sebuah kado)
Friska : Waalaikumsalam.Eh
kamu ndi?sini masuk anggap aja ini rumah mu.
(Menarik Frendi dan menyuruh duduk)
Frendi : Ya makasih Fris,ni
aku punya kado untukmu.
(Memberikan kado)
Friska : Eh ada apa
nih,bawain kado aja,makasih ya?
(Menerima kado dan tersenyum)
Ketika
mereka sedang asik berbicara tiba-tiba Nyonya Gautama pulang ,kemudian di susul
oleh Dewi dan Situm
Friska : Mamiiii koh
cemberut?
(Memeluk Nyonya Gautama)
Nyonya Gautama : Iya sayang.Ini dompet mami yang tadi
di bawa mami ke pasar terus
kecopetan,kamu dapet dari mana?
(Bingung)
Friska : Aku di kasih sama pacar aku.
(Cemberut)
Nyonya Gautama : Mana temen kamu!mana!
(Marah)
Friska : Itu lagi duduk.Tapi nggak mungkin mih
dia itu baik.
(Mengarahkan
ke arah Frendi)
Nyonya Gautama : Oooooh jadi kamu yang nyopet dompet
saya!
(Mendekat
Frendi dan marah)
Frendi : Enggak tante,ini saya beli pake uang
saya.
(Cemas)
Situm : Iya nya dia yang jadi pengemis tadi
waktu di pasar,yang di beri uang sama Dewi.
(Datang
dan menunjuk keada Frendi)
Dewi : Oooh ini Frendi nya,yang katanya
pacarnya non Friska di sekolah.
(Di
samping Frendi)
Irfan : Oooh dasar biang masalah Di sekolah
buat masalah di rumah buat masalah,nyadar dong lo pacaran sama Friska.Tau diri
dong, lo itu siapa?
(Mendekat)
Nyonya
Gautama : Sekarang kamu berikan
semua isi dompet saya dan kamu pergi!
(Mengusir dan membentak)
Frendi : Maaf tante.
(Mengeluarkan semua isi dompet dan pergi)
Nyonya Gautama : Friska kenapa kamu pacaran sama
pencopet!dia itu
pencopet,pengemis,pembohong.Mami heran sama kamu ternyata anak mami itu
seorang yang kotor.Ternyata kamu pacaran sama dia!
(Marah)
Dewi : Sabar nya,semua
ini pasti ada hikmahnya.
(Memberi suport dan mengelus pundak Nyonya
Gautama)
Nyonya Gautama : Iya wi,saya minta maaf ya wi,saya
sudah menyiksa kamu,saya sudah jahat
sama kamu saya sudah buruk sangk sama kamu.
(Memeluk
Dewi dan menangis)
Dewi : Iya nya,semuanya
baik-baik saja ko,kasian non Friska di marahi sama Nyonya.
(Menangis)
Friska : Mi aku minta maaf,aku nggak tahu kalau
Frendi itu bajingan,dan aku minta maaf buat Dewi dan bi Situm.
(Cemberut)
Situm : Iya non semua ini memang sudah di
atur,bibi sama Dewi sudah memaafkan non dan nyonya,jadi sekarang sudah tidak
perlu di maafkan lagi,dan semua ini lupakan saja.
(Memeluk
Friska)
Nyonya Gautama : O.k kali ini kita buka lembaran baru
dan untuk menanggung rasa bersalah saya,maka bi situm gajinya saya naikan
kemudian Dewi saya biayai sekolahnya sampai kuliah.
(Tersenyum)
Irfan : Saya enggak tante?
(Senyum)
Nyonya Gautama : Boleh-boleh.Sekarang saatnya
makan-makan,
(Bahagia)
Irfan,Dewi,Friska : Horeeeeeeee.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar