Cita-cita 99%,-,Ali Musobih
Cita-cita 99 %
Ali Musobih
Satu bulan aku menunggu
pengumuman hasil Ujian Nasional di SMA, kesayanganku.Aku hanya menunggu dan
menunggu, akau bagaikan manusia yang tidak memiliki harta sedikitpun dan tujuan
hidup yang jelas kala itu.Aku merasa cita-citaku mungkinkandas di tengah jalan,
dan aku merasa bahwa saat itu hanya menunggu takdir dalam hidupku.Pengumuman
telah di bagikan,
alhamdulilah aku LULUS seratus persen dengan nilai yang
sangat menggembirakan.Kini harapanku mulai tumbuh sebesar pohon kecambah,
kerena aku kini tinggal melanjutkan kuliah , menunggu restu dan persetujuan
orang tuaku.Hampir satu minggu aku di dekam orang tuaku di rumah dan aku hanya
bisa pasrah saat itu. Kebetulan aku membuka internet tentang pendaftaran SNMPTN
di salah satu unversitas yang aku inginkan, dan aku mencoba mendaftarnya secara
on line.Setengah bulan kemudian aku memutuskan untuk membuka isi tabunganku dan
mencoba untuk membujuk orang tuaku bahwa aku bisa mandiri dan lolos ke bangku
kuliah dengan beasiswa bidikmisi.Alhamdulilah usahaku berhasil membujuk orang
tuaku, dan aku harus berangkat ke Semarang untuk mengikuti tes tertulis selama
satu minggu, kebetulan aku memiliki kakak kelas yang dulunya pernah bekerja
sama di OSIS sebagai sie.keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.Berbekal
dengan ijasah SMA, surat keterangan tidak mampu, Piagam Ketua OSIS, Piagam
Perkemahan, dan semangat untuk kuliah aku memberanikan diri untuk pergi ke
salah satu Universitas faforit dengan jurusan Managemen bisnis dan Bahasa
Indonesia.
Hari demi hari, aku terus mengikuti seleksi sebagai
calon peserta didik di Universitas tersebut, aku terus berjuang sampai titik
darah penghabisan.Akhirnya selama satu minggu, aku terus pulang dan aku sampai
di rumah dengan selamat.Waktu pengumuman sekitar dua minggu lagi, dan aku di
rumah hanya menunggu santai dan sambil berdoa.Di sela-sela kesantaianku, aku
membantu orang tuaku membersihkan seluruh isi rumah, dan menjaga rumah.Walaupun
aku seorang laki-laki tapi aku tak malu untuk melakukan kegiatan layaknya
wanita seperti beres-beres rumah, tapi bukan berdandan.Kebetulan aku memiliki
30 ekor ayam lebih dengan jumlah ayam jantan dewasa 20 ayam betina dewasa satu
dan anak ayam sekitar 15 ekor.Selain bersih-bersih rumah, aku memelihara
ayam-ayamku, membersihkan kandang ayam, mencari makanan untuk ikan di empang
samping rumah dll, sehingga di sela-sela menganggurku tidak begitu
membosankan.Hampir dua minggu aku menunggu hasil pengumuman SNMPTN dan kini
saatnya aku tiba di penghujung antara hidup dan matiku.Aku terus berdoa dan terus
berdoa agar aku di terima di fakultas sesuai keinginanku agar aku bisa
melanjutkan cita-citaku dengan penuh kegembiraan.
Di pagi hari, aku bangun pada
pukul 03.00 WIB, dan aku terus memenjatkan doa kepada Allah SWT agar aku di
terima di fakultas faforitku.Suara azan subuh bergema, dan suara ayam telah
berkokok, kemudian suara kendaraan motor telah hiruk pikuk berhamburan,
matahari mulai menampakan diri, cuaca panas mulai menyentu tubuhku, waktu
menunjukan pukul 8.30 WIB.Aku segera ke sekolahku dengan berseragam OSIS dan
membawa note book putih yang masih segar, karena aku telah merawatnya dengan
baik.Sesampainya di sekolah aku segera membuka alamat
internet fakultas idamanku, aku terus membuka namun
nihil, ternyata aku tak bisa menemukan alamat tersebut.Hari mulai siang, aku
sudah merasa bosan menunggu kabar yang tak jelas dari unversitas idamanku.Aku
segera pulang, dan sesampainya di rumah aku menuju tempat tidurku, karena aku
mersa sudah sia-sia belajar di SMA selama 3 tahun.Aku tertidur pulas saat itu.Rintiksn
hujan terdengar di telingaku namun, aku menghiraukan semua itu, dan aku terus
melanjutkan tidurku.Sedikit demi sedikit, aku membuka mataku dengan menggaruk
kepalaku.Waktu menunjukan pukul 16.00 WIB, aku langsung mandi dan memakai baju
yang masih lumayan bagus, karena aku membeli baju itu sebelum beberapa bulan UN
tiba.Jam menunjukan pukul 17.00 WIB, kemudian aku di suruh untuk membeli susu,
oleh ibuku untuk memberikan kado kecil-kecilan pada anak dari adik ibuku yang
sudah berusia sekitar 2 tahun.
Sesampainya di warung, aku
mencari-cari susu pesanan ibuku, dan aku sedikit bingung karena aku tidak
pernah membeli susu untuk bayi, dan aku baru pertama membeli susu bayi. “Nyari
apa mas?”Tanya pemilik toko.Mungkin pemilik toko itu sudah, merasa kalau aku
sedang kebingungan mencari sesuatu.Aku menjawab “Nyari susu pak, buat anak usia
2 tahun.”Ohhh kalau yang dua tahun ini mas,”Sambil memberikan contoh susu untuk
anak usia 2 tahun.Ohh itu ya, saya beli dua paket pak?”Sambil melihat susu
untuk anak-anak.”Oh ya mas, ada lagi pa nggak?”sambil membungkus susu dan
memegang kalkulator.”Nggak pak, itu aja, semuanya berapa?”Mengeluarkan
uang.”Rp.120.000 mas”Melihat kalkulator.”Ya,nih uangnya pas ya?”Memberikan uang
pas.Setelah itu aku keluar dari toko, dan melihat serang laki-laki yang memakai
baju orange, sedang berdiri di samping temanku, berkah namanya.Tampaknya
bapak-bapak yang sudah memasuki usia 40 tahunan itu sedang menanyakan alamat.
Saat aku hampir mendekati berkah dan bapak yang memakai baju orange itu, tiba-tiba
Berkah menunjukan tangannya padaku.Sontak aku langsung deg-degan, seolah-olah
aku seperti buronan dan di cari oleh orang asing tanpa aku ketahui apa
kesalahanku.”Permisi mas, apa bener mas yang namanya Reyhan saputra
wibawa?”Tanyanya sambil membawa sebuah amplop dan membaca sebuah nama.”Oh ya
pak, ada yang bisa saya bantu?”.Sambil tersenyum dan
deg-degan.”Oh ya, ini saya mau mengantar surat
untuk mas, dan mohon di tandatangani ya?”Memberikan surat dan memberikan kartu
tanda penerimaan.”Ya pak trimakasih?”Sambil menerima amplop dan menandatangani
kartu tersebut.Kemudian bapak-bapak itu pergi dan aku berjalan agak
pelan.”Apaan Han?”Tanya Berkah.”Nggak tahu”Sambil membuka amplop
tersebut.Setelah aku membuka dengan sangat pelan ternyata itu adalah surat pemberian
dari universitas idamanku dan aku di terima menjadi calon Maha Siswa sesuai
jurusan yang aku minati yaitu Managemen Bisnis.Sontak aku kaget dan aku
langsung pulang terus mengabari orang tuaku bahwa aku berhasil lolos menjadi
calon Maha Siswa dan melalui bidikmisi.Kemudian semua keluargaku
berbahagia.Selain berbahagia mendengar kabar kalau aku menjadi calon Maha
Siswa, kebetulan keponakan ibuku sedang melahirkan dan sudah pulang dari rumah
sakit.
.jpg)
Ali Musobih
Komentar
Posting Komentar